Kamis, 04 Juni 2009

Sejarah Kota Tuban


Tuban dalam istilah bahasa jawa artinya Metu Banyune yang dapat di artikan "keluarnya air". Dalam sejarahnya pemerintahan Kabupaten Tuban diawali pada jaman kekuasaan Majapahit pada abad XII-XIV RONGGOLAWE dilantik untuk menjadi adipati Tuban pertama oleh Raja Majapahit Raden WIJAYA. Bagi masyarakat Tuban, Ronggolawe merupakan pahlawan keadilan.
Kabupaten Tuban adalah salah satu kabupaten yang berada pada ujung barat wilayah Propinsi Jawa Timur. Berbatasan dengan Kabupaten Rembang dan Blora (Prop. Jateng) di sebelah barat, sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro, sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Lamongan dan sebelah utara adalah Laut Jawa. Secara administrasi Kabupaten Tuban terbagi dalam 20 kecamatan yang terdiri dari 328 desa/kelurahan. Luas wilayah Kabupaten Tuban 183.994.561 Ha, dan wilayah laut seluas 22.068 km2. Panjang wilayah pantai 65 km. Ketinggian daratan di Kabupaten Tuban bekisar antara 0 - 500 mdpl. Sebagian besar wilayah Kabupaten Tuban beriklim kering dengan kondisi bervariasi dari agak kering sampai sangat kering yang berada di 19 kecamatan, sedangkan yang beriklim agak basah berada pada 1 kecamatan. Struktur geologi Kabupaten Tuban berada pada cekungan Jawa Timur Utara dengan bentangan dari Semarang sampai Surabaya. Sebagian besar Kabupaten Tuban termasuk dalam Zona Rembang dengan struktur batuan endapan yang umumnya berupa batuan karbonat, sehingga domnasi perbukitan yang ada adalah perbukitan Kapur. Ditinjau dari segi tata letak dan sejarah, Kabupaten Tuban kaya akan bahan tambang, produk olahan hasil laut, pertanian dan kerajinan.

::baca selengkapnya..

Jumat, 29 Mei 2009

Gladian Pinru dan Wapinru

Pada hari minggu tanggal 17 january 2009 di sekolah saya di adakan acara gladian pinru dan wapinru saya mendirikan tenda dari jas hujan kelelawar ( bifak ) serta membuat parit di sekitar tenda dan memasang pagar di sekitar area perkemaan sampai jam 02.00 sore .
Keesokan harinya tepat tanggal 18 January 2009 saya sakit sehingga tidak dapat mengikuti kegiatan gludian pinru dan wapinru saya pun istirahat di rumah Pada hari kedua saya sudah mulai mengikutu kegiatan yang ada di gladian pinru.
Pagi harinya tanggal 19 january 2009 setelah apel pagi saya di berikan materi prusik dan refling yang dilanjutkan oleh kegiatan jelajah alam akan tetapi saya tidak dapat mengikuti jelajah alam tersebut karena saya belum betul – betul fits setelah kegiatan jelajah alam yang kemudian pada malam harinya ada acara api unggun dan dilanjutkan dengan pentas seni yang diikuti oleh seluruh peserta gladian pinru dan waapinru.
seusai kegiatan para calon dewan dikumpulkan di lapangan utara dan yang memberikan materi adalah kak arifin dan kak wendra. Waktu itu saya di berikan materi untuk mencari benda yang tidak ada gunanya menjadi lebih berguna dari sebelumnya . sayapun menemukan daun yang dapat digunakan untuk memasukkan air ke dalam botol yang kosong .
setelah kegiatan itu selesai saya diberikan kesempatan untuk tidur tepat pukul 01.00 malam yang bertempat di musholla sampai sebelum shalat subuh setelah sholat kami mengadakan apel pagi dan pembersihan tenda setelah tenda selesai di bongkar dan lapangan sudah bersih para peserta gladian pun pulang.
Tapi yang calon dewan masih di gulung oleh kakak Pembina di tanah yang becek setelah itu saya di siram dengan air sebagai tanda resmi menjadi calon dewan dan acara itu seiringan dengan ultah salah satu Pembina saya yaitu kak Subekti wahono S.Pd yang bertepatan tanggal 20 january 2009. setelah semua kegitan selesai saya pun pulang .

::baca selengkapnya..

PEMILIAN DKG

Pertama –tama di sekolah ada pendaftaran calondewan galang periode 2009-2010 pada tanggal 8 januari 2009 dan saya ngin terpilh kembali menjadi anggota DKG oleh karena itu saya berniat mendaftarkan diri ke calon aggota DKG seleksi petama yang di ikuti 68 peserta di adakan seiringan dengan adanya gladian pinru yang dilaksanakan tanggal 18 mei 2009 pada malam hari pada hari ke dua tepat nya tanggal 19 mei 2009 saya di uji oeh kakak pembina di lapangan utara
Saya dan teman - teman di uji untuk menjadikan barang barang tak berguna menjadi barang yang mempunyai harga jual setelah itu saya di beri kesempatan untuk tidur tepatnya pukul 01.00 WIB an bangun sebelum shalat subuh .
beberapa hari kemudian saya di uji untuk menyampaikan visi dan misi kami jika menjadi dewan penggalang di situ saya buka-bukaan tentang jati diri saya .Di situ punvsaya di uji seberapa banyak talenta dan kemampuan apa yang saya miliki, tetapi meskipun saya sedang di uji saya tetap merasa senang dan juga puas karena saat tes ada-ada saja tingkah laku teman-teman
2 minggu kemudian saya di uji lagi dengan memasak nasi dan lauk pauk yang engandung empat sehat lima sempurna, setelah itu para pembina menilai hasil kami , dari lima puluh dua peserta terpilih empat puluh anak yang terpilih menjadi anggota dewan galang
Anggota dewan galang putra berjumlah sembilan belas siswa, dan yang putri berjumlah dua puluh satu siswa dan berikut nama-nama dewan yang terpilih
DKG PERIODE 2009-2010
GALUH HADI PURWANTO ,M. USMAN AL FAHMI ,MUDZAKIR , GALING GURITO,M. WAHYU NUR EKA ,AJI SUCIPTO ,AKHIYAS SHIDIQI I.R , AWWALUL ALFAN A , M. DANANG SURYA W ,AGENG RISKI P.S ,DEVIT ARIS S ,MAHFUD WIDAYAT,RIZKY FERNANDO A,SATRIA ASDI YUDHA ,WINARNO,RENGGA A.P,TRI ARIS ADEK, SENDI WAFAN A, SUJIANTO ,
APRILIA KRISNAWATI , DWI OKTAVIA, EKA RULIANA , KIKI FATMALA , IMRO’ATUS SHOLIHAH , DIANA FTRI SALSABILA , RIZKYAFADHILATIN NISA’ , ISMA MUFIDA , DEVI MEYTYA SOLEHAH , NUR MYEIRA P.Y ,IIS SADIYAH , LAYLIN NI’MATUL ARIFAH NUR’AINIROHMATUL AMAMI , NOVI ANTIKA CAHYANI , RAHMI MAHANI, PRISTYA DEWI, NIHAYATIL KHUSNA , RIZKY MAIKA RANI , SITI NUR KHOLIFAH , SITI RUNDIASIH,RINDAWATI.

::baca selengkapnya..

Expedisi watu ondo

Pada tanggal 24 mei 2009 saya berangkat dari rumah pukul 06.00 sampai di sekolah tepat pukul 06.05 setelah sampai di sekolah saya mengecek barang dan memulai apel pembukaan serta berdo’a saya berangkat dari sekolah belok ke selatan kurang lebih 25 m lalu belok ke barat melewati jalan menuju desa bogoran di sebelah kiri jalan terdapat sungai dan pohon bambu.
Setelah itu saya belok ke utara 75 meter melewati sawah dan di sekitarnya terdapat beberapa pohon siwalan dan pemukiman pendududuk lalu belok ke barat <> 250 m melewati pematang sawah dan ada sedikit pohon tebu lalu saya menuju ke utara melewati sawah yang dii tanami singkong setelah itu saya ke utara melewati perbukitan yang kira – kira berjarak <>1km yang disekelilingnya banyak terdapat sememak belukar.
Lalu kami belok ke barat yang berjarak 10 m saya pun istirahat selama 5 menit lalu kami belok ke utara 1 km dilanjutkan ke barat melewati beberapa bukit sejauh 1km, setelah itu ke utara kira-kira 10 meter memasuki hutan dan dikanan-kirinya terdapat banyak semak belukar dan juga banak pohon mahoni.
Setelah itu kami berjalan kebarat melewati jalan setapak yang kurang lebih berjarak 20 meter dan didepan kami ada pertigaan.
Saya memelih jalan yang arahnya ke utara dan saya terus berjalan melewati jalan setapak
Yang di kanan – kirinya banyak terdapat pohon-pohon besar dan semak belukar dan kami istirahat sebentar.
Kami melanjutkan perjalanan ke barat melewati jalan aspal dan juga saya melewati jembatan, jalannya pun menanjak dan jaraknya pun sangat panjang sehingga kita menjadi kecapek’an . ternyata ada teman kita yang sakit dan dia muntah-muntah, inisial anaknya B. Berhubung anak itu sakit kakak pembina memutuskan beristirahat sejenak biar anak yang sakit itu bisa makan.
Saya melanjutkan perjalanan lagi dengan menuruti jalan beraspal yang menuju ke sebuah toko untuk membeli perbekalan. Saya berjalan menuju ke sungai yang letaknya diantara sawah dan bukit, kita harus menempuh jarak 1 kilometer.
Kemudian kami berhenti disungai untuk mengambil air, setelah itu saya berjalan mendaki perbukitan yang sangat curam hinngga sampai di jalan ber aspal dan setelah melewati mosholo kami ber istirahat lagi di dekat mata air dan kami mulai memasak mie instant setelah itu kami mulai berjalan ke watu ondo yang jarak nya kurang lebih 350 m . Akhirnya saya sampai di watu ondo dan saya menaiki tangga yang kecil dan lumayan tinggi. Setelah sampai diatas saya sangat senang karena aku dapat melihat pemandangan yang sangat indah dan extrime saya diberi waktu istirahat selama 1 jam dan saya di beri kesempatan untuk memakan mie instant dan ber foto – foto Dan saya disana disuruh buat sket panorama dan mengumpulkan peta – pita setelah itu kami pulang dengan menggunakan kolt l300 ( colt tepak / colt brundul )

::baca selengkapnya..

Selasa, 26 Mei 2009

puisi untuk moe yg berjudul Kehilangan


Duhai lilin-lilin yang terbuat dari air mata
Tahukah kamu,aku kehilangan...
Kali ini aku sungguh terasa
Ketidak berdayaan membuatkuterus memendam rasa ini...
Rasa yang tertumpuk,tependam lebih dari 2 usia
Tak apa jika harus berbalas malapetaka
Wajahmu seperti nyanyian hujan yang selalu ku dengar tiap malam...
Api-api nyala lilin
Indah getarkan batin
Suara-suara burung malam
Yang menjadi malapetaka batinku di penghujung dalam
Aku yang masih berdiri tegar di ujung tanduk
Hanya bisa tersenyum dengan mmbalut luka
Itukah senyumku...?
Yang merapuhkan air mata beku
Berikan pengekuanku sedalam laut
Beralaskan serpihan kabut
Aku Cinta kamu...
Terukir dalam kisahku
Aku kehilangan inspirasi kamu..!

Asdi.yudha@gmail.com

::baca selengkapnya..

Senin, 18 Mei 2009

KEGIATAN DKG

Pada hari minggu tanggal 10 mei 2009 seluruh anggota dewan galang gudep 18111-18112 mengadakan kegiatan tes SKK . salah satu yg diutamakan di antaranya :
1.memasak, 2.berkemah, 3.menata meja makan dll.
Pada hari pertama anak putra dan putri dibagi menjadi dua( putra sendiri dan putri sendiri ) . anak putra dan putri di bagi menjadi 3 kelompok. kelopok pertama bertugas mendirikan tenda ,kelompok ke dua bertugas untuk memasak ,dan kelmpok ke tiga bertugas menata ,membersihkan , dan menghitung barang – barang yang ada di sanggar pramuka . Teman – teman DKP ( DEWAN KERJA PENGGALANG ) nampak kelihatan ber antusias mengikuti kegiatan tersebut karena selain mendapatkan pengalaman baru kami juga merasakan kebersamaan yang sangat jarang dilakukan .tetapi sayang kebersamaan itu hampir runtuh akibat teman – teman egois terhadap dua teman kami pada saat makan karena pada saat makan teman – teman lupa bahwa mereka berdua belum makan setelah kejadian tsb kami di beri pengarahan oleh kak bekti, sebelum di arah kan kedua teman kami sudah memaafkan kami kamipun sudah merasa lega untung saja teman kami baik hati.seusai kejadian tersebut kami menuju musholla untuk shalat dzuhursetelah shalat kami di suruh mengulangi memasak lagi akibat kesalahan tadi ,masakan pun matang dan siap dimakan , tak ingin megulangi kesalahan lagi kami pun makan bersama disinilah rasa kebersamaan itu telah kembali lagi setelahsemuanya selesai kamipun mempersiapkan apel penutupan,lalu kami pulang ke rumah masing - masing keesokanharinya kamimelak sanakan apel pembukaan tepat pukul 10.00 sesudah apel kami mempersiapkan makan siang yang dilaksanakan pukul 12.00 (setelah shalat dzuhur)
Sehabis makan kami mendapatkan materi pembuatan dragbar yg biasa kami lakukan , selain itu kami juga memperoleh materi pembuatan menara kaki tiga, akan tetapi saya
kurang paham dalam pembuatan ikatan silang berhubung kakak pembina terampil dalam menerangkan materi maka saya dapat mengerti sedikit demi sedikit materi yg disampaikan oleh kakak –kakak Pembina seusai pemberian materi kami ber siap melakukan apel penutupan yg dilakukan pukul 15.16 kamipun dibagi dalam lima kelompok masak yg telah di bagi jatah masak nya ,saya pun kebagia memasak sayur asem. .hari berikutnya yang meupakan hari terakhir dengan cuaca yg kurang bersahabat kamipun melaksanakan kegiatan di ruag kelas walaupn di dalam elas kami sangat ber semangat setelah hidngan siap kami ditugaskan membuat dragbar ,menara kaki tiga ,dan menyamung togkat ,saya sangat senang karena buatan saya dan kelompok saya mendapat nilai delapan setelah puas melihat hasil kelompok kami kamipun menuju keruangan sajian yg akan di tes oleh kakak Pembina alhamdulillah kami semua lolos TKK memasak, menata meja makan serta berkemah .kegiatan pun selesai kami berkemas – kemas dan ber siap untuk apel penutupan dan pulang tepat pukul 16.30 acara telah diakhiri dan teman – teman dewan galang pulang kerumah maing – masing


By
Satria Asdi Yudha

::baca selengkapnya..

Rabu, 22 April 2009

batik khas Tuban ( batik gedog )


Batik Gedog dari Tuban, merupakan salah satu khasanah batik Nusantara. Kendati tidak setenar batik Solo, Jogya atau Pekalongan — batik gedog dari Jawa Timur ini tetap sarat akan makna. Baik yang bersifat filosofis maupun kekuatan ekonomis. Ini terlihat pada motif-motif yang unik.

Dalam buku Batik Fabled Cloth of Java karangan Inger McCabe Elliot dikatakan sebenarnya batik Tuban mirip dengan batik Cirebon pada pertengahan abad ke-19. Kemiripan ini terjadi pada penggunaan benang pintal serta penggunaan warna merah dan biru pada proses pencelupan. Namun ketika Kota Cirebon perubahan dramatis dan diikuti dengan perubahan pada batiknya, batik Tuban tetap seperti semula.

Salah satu ciri khas batik gedog dari Tuban adalah serat benangnya yang kasar. Menurut Aslichah, seorang pedagang batik gedog Tuban, biasanya perajin membuat tiga variasi ukuran kain tenun selain ukuran baku tersebut. Yakni panjang dua meter, tiga meter dan ukuran khusus untuk taplak atau keperluan lainnya. Selain panjang kain yang beragam, setiap kain juga memiliki kerapatan yang berbeda. Struktur tenunan yang merangkai kain itu akan menentukan bentuk perlakuan yang akan diterima oleh kain selanjutnya. Misalnya kain seser yang mempunyai kerapatan rendah. Jalinan benang penyusun kain tersusun jarang-jarang sehingga terdapat celah antarbenang yang berbentuk kotak-kotak. Akibatnya kain seser ini tidak dapat diberi motif batik seperti yang saat ini sedang dikembangkan oleh para perajin.

“Kalau mau dibatik, mending buat tenun putihan saja yang tenunnannya rapat dan kainnya lemas,” kata Aslicah. Yang juga menjelaskan bahwa sulur warna-warni dalam selembar kain yang dihasilkan tergantung pada benang, jadi bukan dari celupannya. Setiap kali menenun, setiap benang sudah diberi warna sendiri. Sehingga warna yang dihasilkan dalam setiap helai kain merupakan ‘warna asli’ kain itu.

Hal ini berbeda dengan beberapa jenis kain tenun yang pewarnaannya dilakukan usai kain selesai ditenun. “Khusus untuk tenun gedog batik, proses pembatikan dilakukan setelah kain putihan selesai ditenun. Prosesnya sama seperti membatik kain biasa,” tambahnya.

Guna memperoleh warna batik yang sangat alami, bisa dilakukan dengan inovasi alami. “Semua daun, pohon serta tumbuhan, merupakan sumber warna alam. Ciri khas batik gedog warnanya nila, agak kegelapan sebagai identitas batik gedog. Sedang motif yang tetap abadi adalah panjiori, kenongo, uleren, ganggeng, panji krentil, panji serong dan panji konang. “Tapi konon batik panji krentil, panji serong dan panji konang adalah batik yang dikenakan pangeran. Batik panji krentil berwarna nila diyakini bisa mengusir penyakit,” kata Aslicah.

::baca selengkapnya..

pemandian bekti harjo


Mata air dan kolam renang di bawah pepohonan rindang di selatan kota Tuban(kota tuak) bagi orang yang pernah menghirup udara Tuban pasti mengenalnya..itulah SENDANG BEKTIHARJO. Ini juga merupakan salah satu unggulan tempat wisata bagi pemkab Tuban.Berbagai fasilitas telah di bangun di tempat ini. Mulai dari area parkir , los pedagang , area bermain , rumah makan , sampai kolam renang khusus anak-anak pun telah tersedia.Dengan tiket masuk antara Rp.1000,- s/d Rp. 2000,- kita sudah bisa menikmati keindahan kenyamanan dan keasrian telaga atau sendang bektiharjo ini.

Tempat ini selalu mengingatkan kita saat project TPPI berlangsung.Berkumpul di base camp maulana malik ibrahim, para bujang meluncur ke bekti untuk mencari pencerahan dan penyegaran badan.Raut muka bercahaya mata berbinar sambil menebar pesona sesampainya di pemandian adalah hal biasa yang kita lakukan ( maklum njomblo,red ).Apalagi hari minggu atau saat anak anak SMUNSA latihan renang hemh..suatu hal yang tak terlupakan untuk mengingat kebersaman dan kekelurgaan T-lab .Pura pura belajar renang , sambil menyelam kita meluncur dan saat menyembul tepat di tengah kerumunan cewek cewk itu ahh..suueeger !! airnya ( hush..!! haram..,red ). Tempat ini juga cocok untuk arena rekreasi keluarga ,tetapi harap hati hati bagi yang mempunyai anak kecil khususnya yang minum susu memakai botol dot. Saya pernah berlari lari mengejar monyet yang tiba tiba “menjambret” botol susu yang dipegang Akhdan. Tahu dikejar Si Monyet langsung naik ke pohon dan teriak kegirangan karena mendapat jarahan special susu BMT morinaga beserta botol nya..aaajiippp man..!!! Tapi lepas dari itu semua ,pemandian bektiharjo adalah salah satu dinamika kota Tuban yang tak mungkin terlupakan.Disamping sebagai tempat wisata, mata air bektiharjo juga di manfaatkan PDAM Tuban sebagi salah satu sumber air untuk konsumsi masyarakat Tuban.Walaupun tanpa treatment terlebih dahulu air tersebut langsung dialirkan kerumah rumah masyarakat Tuban. Mungkin bagi orang awam itu tidak masalah , tapi bagi kita yang tahu ilmu kimia air dengan kandungan kapur setinggi itu..ogah untuk diminum.Tapi disinilah letak keadilan ALLAH SWT , toh orang Tuban gak ada yang sakit gara gara minum air tersebut , mungkin karena mereka tak kuat beli air mineral / isi ulang seperti kita maka mereka di beri kekebalan alami oleh ALLAH.

Silahkan bagi yang masih penasaran dan kangen dengan suasana pemandian BEKTIHARJO , meluncurlah setiap saat kesana.Dari perempatan kapur Tuban ke arah selatan kurang lebih 7km anda akan menemukan eksotika nuansa alami pemandian BEKTIHARJO.Tempat yang akan kita ingat sepanjang masa ,disinilah aku pernah menapakkan kaki , menapakkan kaki di bumi RONGGOLAWE

::baca selengkapnya..

kwan sing bio


Tempat ibadah umat tionghoa yang terletak di jalan RE Martadinata utara kota Tuban, memiliki keunikan tersendiri selai letak peribadatan yang langsung menghadap laut terdapat pula gapura pintu masuk yang diatasnya terdapat seekor kepiting raksasa. menurut sejahrahnya kepiting tersebut menggambarkan petunjuk dimana klenteng harus dibagun karena pada saat itu ” Kwan Sing Bio” minta pindah dari klenteng lama di Tambakboyo desa yang terletak di sebelah barat kota Tuban yang berjarak sekitar 20Km dari klenteng yang sekarang. banyak wisatawan asing yang sering berkunjung, baik untuk mencari berkah dengan beribadat juga untuk rekreasi. setiap tahun kelahiran Kwan Sing Bio diadakan pesta yang meriah dengan nuansa kental tionghoa, seperti barongsai, kirab patung dewa serta bakti sosial. maka dari itu jika anda berkunjung ke Tuban jangan lupa mapir untuk menikmati keunikan klenteng Kwan Sing Bio.

::baca selengkapnya..


Dari sowan langsung saja kita ke nglirip,tepatnya terletak dikecmatan montong, sekitar ± 25 km dari pusat kota tuban, wisata nglirip merupakan wisata air terjun yang termasuk salah satu tempat wisata yang dijadikan sebagai sundtrak film yang dibintangi oeh bintang terkenal H. Roma irama, dalam judul PENGORBANAN. Disamping itu pemandangan air terjun ini sangat indah di nikmati,apalagi kalau diperhatiakan betul-betul,air terjun ini seperti sebuah tarian ysng sangat indah,disamping keindahanya tempat wisata ini juga menyinpan mitos yang sudah sangat melekat di masyarakat mitos tersebut adalah apabila ada sejoli yang datang kesitu maka tidak lama kemudian hubungan mereka akan berakhir,entah mitos ini benar apa tidak, tapi yang jelas saya punya teman yang benar-benar menaglami hal tersebut. Disamping mitos tersebut, beredar pula cerita dimasyarakat yang megatakan bahwa sebenarnya dibalik air terjun tersebut terdapat Goa yang besar, yeng dulunya goa tersebut ditempati oleh seorang putri yang sedang menunggu kekasihnya yang pergi,dan sampai saat ini katanya putrid tersebut masih manunggu dan kadang-kadang muncul ditengah-tengah masyarakat,baik itu sedang belanja atau yang lainnya.Rute : Dari arah Tuban kota naik angkutan jurusan montong lalu ganti angkutan jurusan singgahan,Turun di NgliripDari jatirogo naik angkutan turun Pertigaan Singgahan lalu naik angkutan jurusan Montong turun di Nglirip

::baca selengkapnya..

industri di tuban



Ketika anda mendengar kata “Kota Industri”, pikiran anda langsung membayangkan keadaan yang tandus dan penuh dengan limbah pabrik. Namun jangan membayangkan itu pada Tuban, walaupun Tuban kini juga kota industri, namun kehijauan nya masih terawat. Di Tuban terdapat banyak pabrik, diantaranya pabrik Semen Gresik yang terdapat di Kerek, TPPI di Jenu, Wood Center, dan Kilang minyak pertamina di Singgahan. Tuban juga memilki 49.210,65 ha kawasan industri namun di Tuban juga terdapat 54.638,7 ha kawasan hutanlebih besar kawasan hutannya kan?, Dari situ dapat kita simpulkan bahwa Tuban itu kota industri ang masih hijau dan bebas polusi. Selain itu Tuban juga masih kota yang agraris, karena masih banyak warga nya yang menjadi petani. Dengan begitu masih banyak pula sawah yang tersebar di seluruh wilayah Tuban. Itu akan membuat Tuban semakin hijau dan asri dalam kemajuan industri yang pesat.

::baca selengkapnya..

Senin, 20 April 2009

TUBAN YANG KAYA AKAN WISATA





Tuban merupakan kabupaten yang terletak di bagian utara propinsi Jawa Timur,100 km sebelah barat Surabaya Berbatasan dengan Laut Jawa pada bagian utaranya.Selain dikenal sebagai kabupaten penghasil kacang terbaik dan juga dikenal sebagai kota TUAK (minuman yang berasal dari pohon bogor/siwalan ),Tuban juga merupakan kota yang memiliki banyak objek wisata.Goa NGERONG misalnya.
Ngerong terletak di kecamatan Rengel,30 km selatan kota Tuban.Obyek wisata ini menawarkan keindahan aliran sungai yang kengalir dari dalam goa. Air disungai ini tidak pernah kering meskipun saat musim kemarau. Anda juga dapat berenang bersama ratusan ikan dengan berbagai jenis yang ada dalam sungai tersebut.Bukan hanya itu saja , didalam goa tersebut juga di huni oleh ribuan kelelawar .selain itu wisatawan yang mengunjungi juga dapat membeli makanan ikan lalu memeberi makan ikan - ikan yang ada di goa ngerong .Untuk menjangkau lokasi tersebut sangatlah mudah, karena obyek wisata ini terletak persis di jalan raya Tuban- Bojonegoro.
Selain Goa ngerong masih terdapat lagi obyek wisata yang tidak pernah sepi pengunjung,yaitu Makam Sunan Bonang.Sunan Bonang merupakan salah satu dari wali songo, penyebar agama islam di pulau Jawa. Setiap hari Makam Sunan Bonang dikunjungi oleh para peziarah.Pada saat-saat tertentu jumlah wisatawan yang datang bisa mencapai seratus kali lipat dari hari-hari biasanya.Misalnya saat haul Sunan Bonang yang diperingati setiap malam Jum’at wage,bulan Syuro.Makam Sunan Bonang terletak di sebelah selatan masjid Agung Tuban atau sebelah barat alun-alun kota Tuban .

BERIKUT KUTIPAN SEJARAH SUNAN BONANG
Sunan Bonang adalah putra dari Sunan Ampel. Beliau adalah putra keempat dari perkawinan Sunan Apel dengan Dewi candrawati binti Brawijaya Kertabhum. Dengan demikian Sunan Bonang yang bernama asli Raden Makdum itu masih cucu raja majapahit.

Sesudah belajar ilmu di negeri pasai bersama Raden Paku,Raden Makdum Ibrahim berda’wah si daerah Tuban dengan menggunakan kesenian rakyat yang di sebut Bonang. Bonang adalah sejenis gending atau besi atau kuningan yang ditonjolkan di bagian tengahnya. Bila tonjolan itu dipukul dengan kayu lunak akan timbul suara yang merdu. Pada waktu itu bunyi demikian ini sudah sangat mengasyikan terdengar di telinga para penduduk . Lebih-lebih yang membunyikan Bonang itu adalah Waliullah,maka bunyinya mempunyai pengaruh luar biasa sehingga banyak pendududk yang berbondong-bondong ingin menyaksikan dan mendengar dari dekat.
Banyak penduduk yang ingin belajar membunyikan Bonang semerdu Raden Makdum Ibrahim,mereka juga ingin melagukan tembang(nyayian) yang diciptakan Raden Makdum Ibrahim sendiri. Nyayian itu berisikan pookok-pokok ajaran agama Islam. Jadi tanpa terasa para penduduk Tuban belajar agama Islam melalui kesenian mereka sendiri.
Murid-murid Raden Makdum Ibrahim ini sangat banyak,baik murid yang berada di Tuban,Jepara,Bawean dan Madura. Karena kepandaiannya membunyikan kesenian bernama bonang maka Raden Makdum Ibrahim kemudian disebut Sunan Bonang.
Sunan Bonang terkenal sebagai ulama besar yang berilmu tinggi,sabar dan santun terhadap sesama manusia walaupun berbeda agama.
Pada suatu hari ada seorang Brahmana yang mendengar kehebatan dan ketinggian Sunan Bonang, Brahmana itu bermaksud menantang Sunan Bonang untuk mengadu ilmu. Dia berlayar ke Tuban. Tapi ketika perahunya mendekati pantai Tuban tiba-tiba diserang ombak besar. Perahu Sang Brahmana terbalik,puluhan kitab tebal-tebal yang sedianya di bawa untuk berdebat dengan Sunang Bonang tenggelam di dasar laut.
Brahmana itu sendiri terdampar ke tepi pantai dalam keadaan pingsan. Ditepipantai dia kebingungan setelah sadarkan diri. Tak tahu dimanakah dia sekarang berada.
Brahmana itu celingukan ke sana ke mari. Suatu ketika di lihatnya seorang berjubah putih berjalan sembari membawa tongkat. Brahmana itu mandekat dan bertanya “Tuan apakah nama tempat ini?”
Orang berjubah putih itu menancapkan tongkatnya ke tanah,ketika dicabut lagi ada air mengucur di lubang tongkat itu. Makin lama air yang muncrat semakin banyak. Tanpa sadar si Brahmana mengucapkan “tuban” maksudnya metu-banyu atau keluar air .
“ya daerah ini memang di namakan Tuban!”sahut orang berjubah putih.
“Oh,jadi saya sudah sampai di Tuban!”gumam orang itu.”Dimanakah saya dapat bertemu dengan Sunan Bonang?”
“Untuk apa Tuan mencari Sunan Bonang?”si orang berjubah putih balik bertanya.
“Saya akan mengajak nya adu kepandaian,tapi saying kitab-kitab yang saya bawa telah tenggelam ke dasar laut”,kata orang itu
“Tuan masih menginginkan kitab-kitab itu ?”Tanya orang berjubah putih.
“Ya,tentu saja. Tapi sudah tidak mungkin.siapa yang sangggup mengambil kitab itu dari dasar samodra?”sahut sang Brahmana.
Orang berjubah putih itu menundingkan tongkatnya kea rah lubang air yang memancar tiba-tiba muncullah kitab-kitab milik sang Brahmana yang taddinya tenggelam di dasar samodra.
“Inikah kitab Tuan ?”Tanya si orang berjubah putih.
“Benar,itu adalah kitab-kitab saya.”sahut orang itu dengan wajah penuh tanda tanya. Benar –benar tak disangka apabila orang berjubah putih itu dapat mengambil kitab-kitabnya yang tenggelam. Hanya orang yang berilmu tinggi dan dekat kepada Allah SWT.yang dapat melakukannya.
“siapakah sebenarnya Tuan ini?”tanya sang Brahmana.”orang menyebut saya Sunan Bonang.”kata orang berjubah putih yang memang Sunan Bonang sendiri adanya.
Serta merta sang Brahmana menjatuhkan diri berlutut di hadapan Sunan Bonang.
“jangan bersujud pada sesama manusia,itu tidak boleh kata Sunan Bonang.
“saya mohon maaf karena mempunyai niat buruk terhadap Kanjeng Sunang .sudikah menerima saya sebagai murid.”
Demikianlah akhirnya sang Brahmana menjadi murid Sunan Bonang . dan ikut menyebarkan agama Islam di daerah asalnya.
Ada suatu keanehan. Makam Sunan Bonang ada di dua tempat ,satu di sebelah barat Masjid Agung Tuban. Satunya lagi berada di pulau Bawean. Kisahnya demikian, Sunan Bonang wafat di pulau Bawean. Oleh murid-muridnya yang berada di pulau Bawean bermaksud dimakamkan di Bawean. Tetapi murid-murid yang berasal dari Tuban tidak setuju. Pada malam harinya penjaga jenazah Sunan Bonang di isrep dengan dengan sebuah ilmu gaib sehingga penjaga itu tertidur lalu jenazah Sunan Bonang di bawa dengan perahu menuju kota Tuban.
Anehnya, esok harinya ternyata jenazah Sunan Bonang yang di bawean masih ada .hanya kain kafan yang tadinaya ada dua sekarang tinggal satu.
Jenazah yang dibawa ke Tuban juga masih ada.hanya saja kain kafan yang tadinya ada dua dan yang di kenakan ditubuh Sunan Bonang sekarang tinggal satu.
From : buku”Kisah Wali Songo.

::baca selengkapnya..

Jumat, 17 April 2009

senangnya bersekolah ,berpramuka dan berorganisasi


Saya sangat senang bersekolah di smpn 01 plumpang karena fasilitas di sekolah ini tidak kalah menarik dengan
fasilitas yang ada di kota - kota di smpn 1 plumpang banyak melakukan renofasi - renofasi yang men jadikan siswa - siswi smpn 1 plumpang bersemangat dalam menuntut ilmu, selain fasitas nya yang baik disini juga unggul dalam berprestasi baik dari wilayah kecamatan maupun dalam kancah kabupaten terutama dalam bidang kepramukan maka dari saya juga sangat senang mengikuti kegiatan pramuka disekolah karena pramuka disekolah saya sudah terkenal didalam maupun diluar lingkup kabupaten tuban oleh karena itu saya bercita - cita memajukan pramuka smpnn 1 plumpang agar dapat lebih baik melalui keikut sertaan saya dalam anggota dewan kerja penggalang smpn 1 plumpang. saya sangat menyukai para pembinan disini karena menurut saya mereka sangat berpengalaman dalam hal kepramukaan ,mereka juga mau menurunkan pengalaman mereka kepada adik - adik nya agar mereka bisameneruskan perjuangan kakak- kakak mereka dan membawa nama baik sekolah disini juga memiliki aturan - aturan yang cukup banyak dan memiliki TIM PENEGAK DISIPLIN ( TPD ) yang siap membantu untuk menegakan kedisiplinan seluruh siswa - siswi smpn 1 plumpang , TPD juga bekerja dlm bidang PKS ( patroli keamanan sekolah ),PMR(palang merah remalja ),PASKIBRA (pasukan pengibar bendera) dlm masing - masing bidang ada pembinanya contoh : TPD dilatih oleh bpk. Gatot subroto , PKS dilatih oleh bpk. Subekti wahono , PMR dilatih oleh ibu Desi setyorini ,dan PASKIBRA dilatih oleh bpk. Beny pamiyanto . pembina tersebut bekerja sama untuk mendidik TPD supaya lebih baik dalam bekerja dan dapat menjadi contoh untuk siswa - siswi smpn 1 plumpang

::baca selengkapnya..